oleh

Diduga Habiskan Anggaran, Pejabat OKI Ramai-ramai Outbound ke Bandung

Sejumlah pejabat OKI selfie sebelum kegiatan outbound di Bandung yang diunggah ke jejaring sosial.
Sejumlah pejabat OKI selfie sebelum kegiatan outbound di Bandung yang diunggah ke jejaring sosial.

KAYUAGUNG I Para pejabat di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) ramai-ramai melakukan kegiatan outbond yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) bertempat di Cibodas Provinsi Jawa Barat, selama 4 hari terhitung sejak Kamis-Minggu (26-29/11/2015).

Kegiatan yang diikuti sekitar 70 orang pejabat mulai dari Kepala Dinas/Instansi/Badan, Kepala Bagian dan Camat tersebut, dinilai hanya menghambur-hamburkan dana anggaran, karena dilakukan pada akhir tahun anggaran. Padahal, banyak program, ataupun kegiatan lain yang lebih prioritas terabaikan.

Pantauan di beberapa dinas instansi di Kabupaten OKI, Kamis (26/11/2015), sejumlah pejabat terlihat bersiap untuk berangkat mengikuti kegiatan tersebut, seperti Kepala Dinas Pendidikan, Drs H Zulkarnain MM dan Kadinkes, HM Lubis SKM MKes, dimana usai kegiatan donor darah di Aula Diknas OKI, kedua pejabat ini bergegas menuju mobil untuk mengejar waktu keberangkatan pesawat, yang dijadwalkan pukul 14.00WIB.

“Mau kegiatan outbond, jadi mau berangkat ke Bandara, karena jadwal keberangkatan jam 2 sore,” ucap Zulkarnain sembari menaiki mobil dinas Pajero Sport hitam Nopol BG 1201 K, yang sering digunakan Lubis.

Informasi yang dihimpun wartawan, kegiatan outbond yang diselenggarakan pihak BKD OKI ini baru kali pertama digelar sejak kepemimpinan Bupati OKI H Iskandar SE. Sebanyak 70 orang pejabat ikut meramaikan kegiatan refreshing ini, sementara estimasi anggaran yang dikeluarkan untuk transportasi bagi setiap orang sebesar Rp 5 juta, sehingga totalnya Rp 350 juta, belum lagi biaya-biaya lain seperti konsumsi, penginapan dan sewa lokasi outbond yang akan digunakan para peserta ini selama 4 hari.

Program kegiatan ini menuai kritikan dari berbagai pihak, karena dinilai hanya menghambur-hamburkan uang dan menghabiskan anggaran, sedangkan Kabupaten OKI sendiri memiliki fasilitas outbond di kawasan Danau Teluk Gelam, dimana fasilitas itu disiapkan Pemkab OKI pada saat kegiatan Jambore Nasional Pramuka tahun 2011 lalu, karena OKI sebagai tuan rumah.

Tokoh Pemuda Pemantau Pembangunan OKI, Welly Tegalega SH menyatakan, kegiatan outbond memang bertujuan untuk refreshing, namun kalau menggunakan dana anggaran Pemda, itu hanya menghambur-hamburkan uang.

Anggota DPRD OKI, H Subhan Ismail saat dimintai komentarnya mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan outbond bagi para pejabat OKI. “Outbond dimana ? Kita tidak tahu kalau pihak BKD OKI mengadakan kegiatan tersebut. Nanti akan kita koordinasikan dengan angggota dewan lain untuk memintai keterangan terkait tujuan kegiatan tersebut. Kalau memang tidak ada nilai positifnya, ya akan kita perketat anggarannya saat pembahasan APBD tahun 2016 nanti,” tandasnya.

Sayangnya, terkait kegiatan outbond ini, Kepala BKD Kabupaten OKI, Drs Imam Sahuri saat dikonfirmasi melalui telepon maupun short message service (SMS) di nomor 0812773319xx tidak memberikan jawaban.(Romi Maradona).

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *