oleh

Ngaku BIN Dua Warga Diciduk Polres OI

INDERALAYA I Lantaran mengaku sebagai anggota Badan Intelejen Negara (BIN), dua orang bernama Syafrizal Effendi(32) warga Palembang dan Alamsyah (34) warga Sekayu Muba ditangkap jajaran Polres Ogan Ilir, Rabu siang di Jalan Lintas Indralaya-Kayuagung. Selain mengamankan kedua pelaku, petugas Polres Ogan Ilir juga mengamankan barang bukti berupa dua pucuk senjata api jenis FN lengkap dengan 32 butir amunisi, lima buah handphone serta satu unit mobil Mitsubishi Pajero Sport. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini kedua pelaku masih dalampemeriksaan di Polres Ogan Ilir.

Informasi yang dihimpun dilapangan, berawal dari informasi anggota Polisi Pamong Praja Pemkab Ogan Ilir yang melaporkan kalau ada dua orang yang mengaku-ngaku sebagai anggota BIN.

Keberadaan kedua orang tersebut sebelumnya sempat mendatangi Perkantoran Pemkab Ogan Ilir. Entah apa urusan kedua orang tersebut, namun kali ini kembali lagi ke Perkantoran Pemkab Ogan Ilir.

Melihat gelagat yang kurang baik dan kecurigaan terhadap kedua orang tersebut, akhirnya anggota PolPP Pemkab Ogan Ilir menginformasikan keberadaan kedua pelaku ke Polres OI.

Atas laporan itu, petugas Polres Ogan Ilir langsung melakukan pengintaian. Rupanya kedua pelaku tengah makan di rumah makan di Indralaya. Tanpa membuang waktu, petugas langsung menciduk kedua pelaku.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Denny Yono Putro saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya menangkap keddua orang yang mengaku sebagai anggota BIN.Penangkapan ini atas laporan dari anggota satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ogan Ilir.

“Kami mendapatkan informasi jika kedua orang ini mendatangi Perkantoran Pemerintah Daerah dan mereka mengaku dari BIN. Setelah berkoordinasi,kami langsung menangkap kedua sedang makan dirumah makan di Indralaya,” kata Kapolres, di Polsek Indralaya, kemarin.

Kapolres pun belum bisa memastikan apakah ekdua pelaku itu dengan membawa senjata api akan melakukan tindak kejahatan menginggat saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif terhadap kedua pelaku.

“Kasus ini masih dalam pengembangan.Kami masih menggunakan azas praduga tak bersalah.Setelah pemeriksaan, barulah ketahuan apakah ekdua orang ini melakukan tindak kejahatan atau tidak,” ujarnya.

Untuk sementara, kata Kapolres, kedua orang ini dikenakan pasal Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dengan ancaman kurungan 12tahun penjara.

Sementara itu, Syafrizal didampingi Alamsyah enggan memberikan komentar apapun terkait kepemilikan senjata api tersebut. (Sultan)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *