oleh

Puluhan Mahasiswa OKU Tuntut Pemilukada Bersih dan Bebas Intimidasi

 

Puluhan Mahasiswa OKU Tuntut Pemilukada Bersih. Fhoto (Deni)
Puluhan Mahasiswa OKU Tuntut Pemilukada Bersih. Fhoto (Deni)

BATURAJA I Ditengah kesibukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumsel menyiapkan segala sesuatu dalam melaksanakan pilkada serentak 9 desember mendatang, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa dan pemuda peduli pemilu Bersih, kembali menggelar aksi demonstrasi menuntut pelaksanaan pemilu yang bersih, tanpa intimidasi sehingga melahirkan pemimpin Kabupaten OKU yang baik.

Sambil berorasi, para pendemo yang berasal dari beberapa elemen organisasi mahasiswa ini  awalnya melakukan orasi di simpang Ramayana Baturaja, kemudian bergerak menuju kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) OKU.

“Kami menginginkan Pilkada OKU ini aman, damai, tanpa intimidasi dari siapapun dan tanpa kecurangan. Kami akan mengawal Pilkada OKU ini dan siap turun ke jalan jika ada permasalahan terkait pelaksanaannya nanti,” ujar Koordinator Aksi, Ahmad Mubasyir.

Dirinya menutut kepada pihak penyelenggara untuk melakukan pemilu bersih jangan hanya mengahbiskan uang rakyat.

Ahmad Mubasyir mengharapkan pihak penyelenggara baik KPU dan Panwas untuk tidak main main dalam pelaksanaan Pilkada.

“Kita harapkan pihak KPU Kabupaten dan panwaslu dapat memberikan arahan yang tegas kepada seluruh jajarannya, mulai dari PPS, KPPS, dan relawan Panwas untuk melaksanakan pemungutan suara secara jujur, adil, bebas, rahasia dan netral,” tuturnya.

Katanya, pelaksanaan Pilkada ini diharapkan menjadi jalan untuk memperbaiki Kabupaten OKU, dengan memilih pemimpin yang bermartabat. Selain itu, peranan aparat dan penyelenggara Pilkada sangat penting dalam meminimalisir gangguan pemilu sehingga tidak terjadi kecurangan dan intimidasi terhadap masyarakat dalam menjalankan hak pilihnya.

Saat menyambangi KPUD OKU, masa pendemo disambut Doni Mardianto Komisioner KPU Divisi Hukum, dan merespon positif tuntutan para pendemo. Doni menilai, seruan ini merupakan cambuk bagi pelaksana pemilu agar berkerja lebih serius.

“Saya mewakili rekan-rekan di KPUD OKU berkomitmen akan menjalankan proses pelaksanaan pemilu sesuai aturan dalam selenggarakan Pilkada ini sampai dengan selesai, sesuai dengan tahapan yang telah di tentukan,” ujar Doni.

Sayangnya massa pendemo hanya disambut komisioner KPUD OKU Divisi Hukum. Dari informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, 4 komisioner lainnya tengah melakukan kegiatan luar kantor. Ketua KPUD OKU Naning Wijaya tengah menghadiri kegiatan bersama pihak Kesbangpol, Yudi Risandi Komisioner KPUD OKU Divisi Sosilisasi tengah menggelar Bimbingan tekhnis sama halnya dengan Erwin Suharja yang juga menjadi pembicara pada bimbingan tekhnis pelaksanaan Pilkada OKU dilokasi yang berbeda. Sementara Imanuddin, Komisioner KPU divisi Logistik pemilu, terus melakukan pematauan pembuatan surat suara.

Dari sekretariat KPUD OKU, massa langsung bergerak menuju Sekretariat Panwas. Disekretariat Panwaslu, massa pendemo disambut Anggi Yumarta Komisioner Panwaslu OKU divisi penindakan pelanggaraan.

Menurutnya, aksi semacam ini tidak boleh putus hanya pada 2 instasi penyelenggara pemilu ini saja. Namun harus ada upaya dari berbagai pihak, sehingga pelaksanaan pemilu bersih dapat berjalan dengan baik.

“Jumlah personel Panwaslu dan panwascam hingga ke bawah tentu belum mampu mengawasi jalannya pemilu, kita harapkan rekan rekan mahasiswa ini dapat turut mengawal pemilu ini. kami sangat berterima kasih, jika rekan-rekan mau memberikan informasi terkait pelanggaran Pemilu,” tutur anggi.

Di kedua lembaga penyelenggara Pemilu ini, baik KPU maupun Panwas, massa menyerahkan pernyataan sikap yang berisikan enam poin.

Pertama; penyelenggara Pilkada dan aparat penegak hukum harus berani menjamin pelaksanaan Pilkada berjalan aman, damai, jujur, adil dan lancar dengan melakukan langkah langkah konkrit. Dan menindak tegas segala bentuk pelanggaran dan kecurangan dalam prosesnya. Seperti, kampanye kotor, politik uang, manipulasi suara, intimidasi diskriminasi politik, serta penyelenggara yang tidak netral dan profesional dari seluruh jajarannya.

Kedua; KPU dan Panwas harus memberi arahan yang tegas kepada PPS, KPPS, dan Panwas di masing masing TPS agar melaksanakan pemungutan suara dengan jujur, adil dan tanpa kecurangan. Karena TPS menjadi penentu kelancaran dalam Pilkada.

Ketiga; penyelenggara Pilkada harus netral dalam melaksanakan tugasnya.Keempat; penyelenggara Pilkada harus maksimal dalam mensosialisasikan Pilkada sampai ke daerah daerah, bukan hanya di titik titik tertentu saja. Sehingga meminimalisir angka Golput.Kelima; penyelenggara Pilkada hendaknya tidak main main dalam melaksanakan tugasnya, agar tercipta suasana yang kondusif, aman dan lancar.

Dan keenam; Aliansi mahasiswa dan pemuda untuk pemilu damai akan mengawal pelaksanaan Pilkada OKU, dan siap turun ke jalan jika terjadi permasalahan. (Deni A. Saputra)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *