oleh

Beralaskan Tikar Lusuh, 7 Tahun Nenek Sahma Terbaring Sakit dan Terkurung di Dalam Rumah Kayu   

Nenek Sahma Terbaring Sakit Tanpa Ada Perawatan Sama Sekali
Nenek Sahma Terbaring Sakit Tanpa Ada Perawatan Sama Sekali

PALI I Ditengah hiruk pikuk perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten PALI dengan berbagai kegiatan perlombaan, Minggu (22/11/2015). Ternyata, masih ada Lansia yang terbaring sakit tanpa adanya perawatan.

Adalah Nenek Sahma Warga Desa Persiapan Gunung Menang Timur Kecamatan Penukal Kabupaten PALI. Sejak tujuh tahun terbaring sakit tanpa ada perhatian dari pemerintah, jangankan diobati makan pun susah, setiap hari nenek 72 tahun ini dikurung di dalam rumah kayu berukuran 5X3 meter hanya beralas tikar lusuh.

Albet Prenedi (28) warga setempat mengatakan, Nenek Sahma mempunyai tiga orang anak, namun hanya satu anaknya bernama Maryadi yang sesekali mau menengok dan memberi makan, namun tidak secara rutin Maryadi merawat Ibunya tersebut.

“Seperti inilah nasib Nenek Sahma setiap hari dikurung di dalam rumah, anaknya hanya memberi makan, namun tak pernah diobati, ” ujar Albet Minggu (22/11/2015).

Selama ini kata Albert, para tetanggalah yang sering menengok dan memberi makan Nenek Sahma, karena kondisi anak Nenek Sahma juga sangat miskin sehingga tidak bisa memberikan makakn setiap waktu.

“Kami sering ngasih makan, karena anak Nenek Sahma jangankan ngasih makan Ibunya untuk dirinya saja susah, sehingga Nenek ini terlantar kurang lebih sudah 7 tahun terbaring,” ujarnya.

Hal serupa dikatakan Musiwan,Kepala Desa Persiapan Gunung Menang yang merasa kasihan melihat nasib Nenek Sahma, selama ini belum ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten PALI baik Dinas Kesehatan maupun Dinas Sosial untuk membantu pengobatan atau memberi bantuan lainnya.

“Selama dia sakit kuarng lebih 7 tahun belum ada bantuan dari Pemerintah untuk mengobati penyakit Nenek Sahma, walau sudah tua namun Nenek ini manusia sama haknya dengan Kita,bukan sengaja dibiarkan namun karena kemampuan keluarga serta tetangga yang sama-sama susah sehingga Nenek ini terlantar,” ujarnya.

Musiwan mengharapkan ada uluran tangan Dermawan ataupun Pemerintah untuk dapat membantu perobatan dan perawatan, lansia tersebut agar dimanusiakan selayaknya manusia “Kalau diobati mungkin Nenek ini bisa sembuh, tapi kalau dibiarkan seperti ini sunguh kasihan dan Pemerintah seharusnya malu, disaat gencar-gencarnya membangun dan mengklaim PALI salahsatu Kabupaten kaya di Indonesia namun ada warganya yang sakit dan terlantar,” pungkasnya (Aras)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *