oleh

Kenali, 5 Gangguan Kesehatan yang Disebabkan Smartphone

Foto: Getty Images
Foto: Getty Images

JAKARTA | Penggunaan smartphone yang berlebihan bisa memicu munculnya masalah kesehatan fisik. Ada yang serius dan butuh penanganan lanjutan, ada juga yang bisa ditanggulangi sendiri tanpa harus berobat.

Editor Kesehatan dan Makanan dari The Huffington Post, Kate Bratskeir, mengatakan bahaya gangguan kesehatan akibat penggunan smartphone tak sebatas gangguan mental saja. Ada juga gangguan kesehatan fisik yang rentan menyerang akibat berlebihan menggunakan smartphone.

Dikutip detikHealth dari Huffington Post, Jumat (20/11/2015), berikut 5 gangguan kesehatan yang disebabkan oleh smartphone.

1. Cyber sickness

Disebut juga sebagai digital motion sickness, pengidapnya akan merasa pusing atau mual ketika melihat layar smartphone. Sensasi ini muncul akibat adanya ketidakcocokan di antara sensor perasa.

Pengidapnya menggambarkan perasaan yang sama seperti ketika menaiki roller coaster. Pakar mengatakan hal ini terjadi akibat otak menerima rangsangan namun kondisinya tidak cocok dengan rangsangan yang diterima.

Penyakit ini baisanya menyerang mereka yang sering melihat adegan action atau ketika menggeser layar dengan cepat. Mereka yang memiliki migrain juga lebih rentan terserang penyakit ini.

2. Text claw

Text claw merujuk pada rasa nyeri yang terjadi pada jari, pergelangan tangan dan lengan akibat penggunaan smartphone yang berlebihan. Istilah text claw diambil dari penyebab utama terjadinya nyeri, yakni sering berkirim pesan lewat smartphone (texting).

Secara ringkas, text claw terjadi akibat pergerakan otot dan tendon yang terus menerus. Pergerakan terus menerus ini akan menyebabkan otot dan tendon meradang dan menimbulkan rasa nyeri.

Untuk menanggulanginya, lakukan peregangan tangan, pijatan ringan dan kurangi kebiasaan berkirim pesan yang berlebihan.

3. Eye strain

Eye strain atau mata lelah merupakan masalah umum yang terjadi akibat penggunaan smartphone yang berlebihan. Rasa pedih, mata kering, sakit kepala dan iritasi merupakan gejala umum yang paling sering timbul.

Mata lelah bukan merupakan kondisi serius dan bisa diatasi dengan mengistirahatkan mata dari smartphone setiap 20 menit. Setelah itu, alihkan pandangan ke tempat lain dengan jarak minimal 6 meter selama 20 detik.

4. Text neck

Kebiasaan berkirim pesan yang berlebihan tak hanya memicu rasa sakit di jari dan pergelangan tangan. Leher dan tulang punggung juga bisa terkena dampak, dan populer disebut text neck.

Text neck terjadi ketika Anda terlalu banyak melihat layar smartphone sambil berjalan. Akibatnya, Anda akan sangat sering menunduk dan membuat tulang belakang menanggung beban yang lebih berat.

Kebiasaan ini bisa berakibat serius di masa depan karena meningkatkan risiko penyakit tulang belakang. Agar tak semakin parah, usahakan agar Anda tak menunduk terlalu lama saat menggunakan smartphone.

5. Phantom vibe

Phantom vibe adalah perasaan smartphone Anda bergetar padahal tidak terjadi apa-apa. Dengan kata lain, Anda merasa smartphone bergetar yang menandakan adanya pesan atau telepon masuk, padahal hal ini tidak terjadi sama sekali.

Sebuah penelitian mengatakan 90 persen mahasiswa mengalami hal ini ketika berjalan. Penelitian menyebut perasaan ini bisa jadi gejala adanya gangguan ansietas atau perilaku kompulsif.

Solusinya, sediakan waktu khusus untuk tidak membawa smartphone ketika bepergian. Hal ini akan melatih diri Anda untuk tidak cemas dan menghindari munculnya getaran-getaran yang tidak ada.

(robi/detik)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *