oleh

Pelayanan Tergangu, PDAM Klaim  Kesulitan Air Baku

PALEMBANG I Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi saat ini mengalami kesulitan mencari air baku, sebagai sumber air bersih di Kota Palembang. Dengan persoalan ini menyebabkan pendistribusian air kepada pelanggan menjadi tergangu.

Direktur Teknik PDAM Tirta Musi Stephanus mengatakan, masalah yang cukup pelik yang dihadapi PDAM Tirta Musi saat ini, adalah, sulitnya air baku yang berkualitas yang didapatkan, untuk pengelolaan air bersih.Meski saat ini masuk kategori sehat, permasalahan yang dihadapi sejak berdiri tahun 1976, sumber air berkualitas sulit didapati. Walaupun PDAM sudah masuk kategori sehat sejak tahun 2007.

“Artinya Selama 27 tahun PDAM baru bisa menghidupi sendiri dengan berbagai persoalan  masalah yang dihadapi, oleh karenanya itu menjadi tugas kami semua dengan pemerintah untuk menuntaskan persoalan ini,”katanya dalam sosialisasi sinkronisasi pengembangan pengelolaan air baku berkelanjutan yang diadakan Pemkot Palembang melalui Bagian Umum Sekretriat Daerah (Setda) Kota Palembaang, di hotel arista, Kamis (19/11/2015).

Step menerangkan, terjadi kenaikan ekstrim tingkat kekeruhan sungai Musi Januari-april. Dimana 1000 ntu lebih, padahal sebelumnya tidak pernah mencapai 200 ntu. Bahkan, selama tiga tahun terakhir, dari data PDAM Tirta Musi, kualitas air baku 2013 di bulan Februari naik 5 kali lipat rata-rata 90-670 ntu.

Pada 2014 Maret lebih meningkat hampir 1.300 ntu. Hal ini jelas berdampak besar dari air  yang akan dikelola jadi keruh karena tidak mampu untuk dijernihkan. “Saat ini kita masih mengandalkan sungai Musi, karena beberapa sungai seperti sungai Borang, sudah tercemar dan tidak dapat dipakai lagi. Padahal konsumsi air baku sangat dibutuhkan mengingat konsumsi di Palembang cukup tinggi,”jelas dia.

Selain itu, PDAM juga saat ini masih mengandalkan satu Intake di Karang Anyar Gandus. Dimana 95 persen ambil dari Intake Karang Anyar. Dimana, kapasitas yang dimiliki PDAM dalam memproduksi air bersih, tidak dapat memenuhi pelayanan seluruh masyarakat Palembang.

“Kapasitas yang terpakai saat ini 3870 liter/detik terpakai, sedngkan kapsitas yang dimiliki 3770 liter/detik. Jadi, sulit mengembangkan layanan. Apalagi 1200 liter/detik terjadi kebocoran dalam pendistribusian air bersih,”urai dia

Step menerangkan, berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Palembang, baru 256 ribu pelanggan yang mampu dilayani PDAM, sedangkan sekitar 375 ribu bangunan belum terlayani.

Apalagi anggaran yang tersedia di Departemen Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) sebesar Rp 254 Triliun sampai 2019 pertahun, paling tinggi bersisa Rp 50 triliun untuk seluruh Indonesia. Untuk Palembang mungkin kebagian 5 persennya. (Supardi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *