oleh

Laksanakan Lelang Gratis Camat SP Padang Ngaku Rugi Rp 3 Juta

KAYUAGUNG I Pada pelaksanaan lelang lebak lebung (L3) yang diselenggarakan secara serentak, Kamis (19/11/2015) disetiap kecamatan yang berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendapat keluh kesah dari Camat Sirah Pulau Padang.

Menurut pengakuannya, ia menderita kerugian hingga Rp 3.000.000,- pada pelaksanaan L3 yang diselenggarakannya di Balai Kecamatan SP Padang. “Tolong diberitakan pelaksanaan L3 di Kecamatan SP Padang gratis tanpa memungut biaya pendaftaran kepada peserta lelang, sehingga kita mengalami kerugian sebesar Rp 3.000.000,” tutur Camat SP Padang, Iskandar Zulkarnain usai pelaksanaan L3.

Masih kata, Iskandar Zulkarnain, dirinya juga mengaku pusing untuk membayar uang konsumsi, pengamanan, honor panitia dan lain sebagainya, karena tidak memiliki anggaran.

Menurutnya, pelaksaan L3 di Kecamatan SP Padang mendapatkan peningkatan hasil dari tahun sebelumnya yang mendapat sekitar Rp 776.000.000,- meningkat ditahun 2015 ini sebesar Rp 779.745.000,- dengan jumlah objek lelang sebanyak 39 objek dan peserta lelang sebanyak 142 orang.

Hal ini berbanding terbalik dengan Pelaksanaan L3 yang terjadi di Kecamatan Pampangan yang sama sekali tidak mengalami kerugian.

Sekretaris Camat Pampangan, Rusdi SSos mengaku tidak mengalami kerugian pada saat melaksanakan L3 tersebut, karena Pemerintah Kabupaten OKI telah menganggarkan kegiatan tersebut melalui Dinas Perikanan.

Ia juga menjelaskan, dalam pelaksanaan L3 di Kecamatan Pampangan, Lebak Sinat Desa Sepang mendapat penawaran harga tertinggi dengan harga sebesar Rp 200.000.000,- sedangkan yang termurah yakni Lebak Sungai Jeremun dengan harga Rp 210.000.

“Akan tetapi ada 1 objek lelang yang dipending yakni Lebak Janis Desa Ulak Kemang,”katanya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten OKI, Ir Hasanuddin MM, melaui Kabid Perikanan, Romiko ketika dikonfirmasi mengatakan, dalam pelaksanaan L3 di Kabupaten OKI setiap kecamatan mendapatkan anggaran konsumsi, keamanan dan lain sebagainya. Sedangkan untuk besaran dana tersebut disesuaikan dengan wilayah kecamatan itu sendiri.

Peserta Lelang Bentrok

Dalam proses pelaksanaan lelang lebak lebung dan sungai (L3S) di Kecamatan SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sempat terjadi keributan antara sesama peserta lelang hingga mencapai 3 kali pada objek lelang yang berbeda.

Bentrokan pertama terjadi ketika panitia pelaksana L3 Kecamatan SP Padang menyebutkan nama objek Lebak Mentate 4. Ketika proses tawar menawar baru meningkat sebesar Rp 3.000.000,- dari harga standar sebesar Rp 74.000.000,- yakni menjadi Rp 77.000.000,- para peserta lelang bukannya menunjuk untuk menawar lebih tinggi malahan saling menunjuk dan berdebat sesama peserta hingga sempat terjadi dorong mendorong hingga menimbulkan kericuhan, beruntung pihak kepolisian dan TNI berhasil mengamankan situasi.

Setelah situasi aman hal yang mengejutkan terjadi, Camat SP Padang, Iskandar Zulkarnain bersama panitia kecamatan, bukannya meneruskan dengan harga terakhir malahan menurunkan ke harga standar sehingga objek lelang terjual dengan harga standar.

Kericuhan kedua terjadi pada lebak ulak jeremun, bahkan kericuan tersebut sempat disaksikan oleh Wakil Bupati OKI, M Rifa’i SE yang datang bersama Staf ahli Bupati, Iskandar ZA dan Ishak Idrus, sehingga Kapolsek SP Padang, AKP M Sabar langsung bergerak menuju ke kerumunan peserta dan mengamankan situasi sehingga lebak yang harga standarnya sebesar Rp 73.000.000,- meningkat hingga terjual Rp 175.300.000,-.

Kericuhan ketiga tidak kalah serunya, peserta lelang yang ricuh bahkan menaiki kursi yang disediakan, sehingga Lebak Pementasan Terusan Menang, dengan harga standar Rp 46.000.000,- terhenti pada penawaran Rp 172.000.000,- sehingga ditunda untuk dilelang kembali hingga semua objek lelang selesai dan akhirnya terjual dengan harga penawaran terakhir sebesar Rp 172.000.000.

Pengawas pelaksana L3S yang diutus oleh pihak Pemkab OKI, Suhaimi AP didampingi Medison ketika dikonfirmasi mengatakan, situasi kericuhan bukanlah hal yang tabu dalam hal ini, karena para peserta terkadang tidak bisa mengontrol emosi. Tetapi alhamdulillah tidak ada kejadian yang begitu fatal.

Terkait mengenai turunnya harga pada salah satu objek lelang ia mengatakan, harga tersebut belum disahkan dengan bunyi lonceng pengesahan, lain halnya dengan objek yang dipending tadi karena sudah dibunyikan lonceng pengesahan dan kami juga menekankan kepada pihak kecamatan agar tidak menurunkan harga lebak yang ditunda tersebut karena sudah terdengar suarah lonceng pengesahan,” jelasnya. (romi)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *