oleh

Sering Sesak Napas dan Mudah Ngos-ngosan? Waspadai Penyakit Ini

Foto: Thinkstock
Foto: Thinkstock

JAKARTA | Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) membuat saluran napas menyempit. Karena itu salah satu gejalanya adalah rasa ngos-ngosan meskipun hanya melakukan sedikit aktivitas fisik.

Sayangnya, tak semua orang tahu dirinya mengidap PPOK. Prof Faisal Yunus, SpP(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Persahabatan mengatakan seringkali pasien PPOK mengira dirinya mengidap asma.

“Yang paling sering itu dikira mengidap asma. Karena memang gejalanya mirip yakni sesak napas dan mudah ngos-ngosan,” papar Prof Yunus.

“Tapi setelah melakukan pengobatan asma kok nggak sembuh-sembuh, malah ada yang semakin parah. Nah ini tandanya terserang PPOK, bukan asma,” tambahnya lagi, dalam temu media Hari PPOK Sedunia di RS Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (18/11/2015).

Prof Yunus mengatakan meskipun sama-sama menyeran saluran pernapasan, PPOK berbeda dengan asma. Pada kasus asma, saluran pernapasan yang menyempit saat terjadi serangan akan kembali seperti semula. Pasien pun dapat kembali bernapas normal.

Namun pada PPOK, saluran pernapasan menyempit perlahan-lahan seiring bertambahnya umur. Saluran pernapasan juga tidak kembali normal layaknya serangan asma.

“Kalau asma begitu ada serangan, diberi obat, bisa normal kembali saluran napasnya. Sementara pada PPOK obat hanya berfungsi untuk menghambat penyempitan dan tidak bisa mengembalikan saluran napas kembali normal,” jelasnya.

Jangka waktu pengobatannya pun berbeda. Pasien asma yang mampu menjaga kesehatan dan tidak mendapat serangan selama 3 bulan akan dikurangi dosis obatnya dan akhirnya menyetop obat sama sekali. Sementara PPOK merupakan penyakit kronis dan pengobatan dilakukan terus menerus.

Selain mudah ngos-ngosan, pasien PPOK juga biasanya memiliki gejala lain. Yang paling umum adalah dada yang menggembung seperti tong, bibir membiru dan ujung jari yang melebar.

“Dada menggembung ini karena ada udara yang terperangkap di dada akibat penyempitan dan tidak bisa keluar. Sementara bibir membiru dan pelebaran ujung jari karena kekurangan suplai oksigen,” terangnya. (robi/detik)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *