oleh

Cakupan di Bawah 30 Persen, Sanitasi di Papua Masih Paling Rendah

Foto: AN Uyung P
Foto: AN Uyung P

BIAK |  Kabupaten Biak Numfor, Papua hari ini menjadi tuan rumah deklarasi STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Cakupan sanitasi di kabupaten ini dinilai paling memuaskan, dibanding kabupaten lain di Papua.

Kepala Dinas Kesehatan Papua, dr Aloysius Giay menyebut cakupan sanitasi di Papua paling rendah di Indonesia. Menurut Survei Sosial-Ekonomi Nasional (Susenas) 2013, cakupannya baru mencapai 29,74 persen.

“Bahkan tahun ini juga masih paling rendah,” kata dr Aloysius saat membuka deklarasi STBM tingkat provinsi di Pantai Komboi, Distrik Warsa, Biak Numfor, Rabu (18/11/2015).

Namun begitu, dr Aloysius optimistis Papua dengan berbagai tantangannya bisa mengejar ketertinggalan itu. Terlebih, beberapa kabupaten dan kotamadya menunjukkan perkembangan yang memuaskan terkait sanitasi.

“Untuk Kabupaten Biak Numfor, cakupan sanitasi tahun 2014 mencapai 94,6 persen. Terbaik kedua di Papua setelah Kota Jayapura,” kata Afrianto,  salah seorang perwakilan dari UNICEF Indonesia, yakni badan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) yang mengurusi anak-anak.

Untuk mendorong pembangunan kesehatan, de Aloysius secara berkala mengadakan evaluasi. Saat ini, diakuinya seluruh wilayah pegunungan masih mendapat raport merah. Untuk daerah pesisir, Waropen menjadi satu-satunya daerah yang raportnya masih merah.

Berbagai pendekatan dilakukan untuk menjawab tantangan yang ada di Papua. Terkait kondisi geografis yang sulit dijangkau, dr Aloysius mengungkap beberapa strategi yang menjadi prioritasnya.

“Saat ini kamu utamakan sistem pelayanan kaki telanjang, terbang, dan terapung,” kata de Aloysius.

Layanan terapung disediakan untuk daerah yang transportasi utamanya melalui laut dan sungai. Layanan terbang untuk wilayah terisolir yang bisa dijangkau dengan pesawat kecil, sedangkan layanan kaki telanjang untuk daerah yang benar-benar hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. (robi/detik)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *