oleh

Puluhan Wanita Penghibur di Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Diamankan

KAYUAGUNG I Puluhan wanita penghibur yang berada di lokasi  Pasar Dusun Sungai Baung Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang berada dikawasan PT OKI Pulp and Paper Mills Diamankan oleh petugas kepolisian.

Sedikitnya ada 22 wanita penghibur yang diamankan pada razia mendadak yang digelar pihak kepolisian Rabu (11/11/2015) dini hari. Razia ini dilakukan menindaklanjuti laporan dari masyarakat yang menyebutkan, di lokasi pasar pada malam hari di Sungai Baung menjadi tempat praktik prostitusi yang berkedok kafe remang-remang dan berbagai bentuk perjudian.

Pihak kepolisian juga mengamankan seorang pria yang membawa senjata tajam (Sajam). Barang bukti lainnya 4 derigen minuman keras jenis tuak. Di beberapa tempat hiburan yang berhasil digeledah tidak ditemukan minuman keras beralkohol tinggi, melainkan hanya minuman bir putih dan bir hitam dan minuman kaleng lainnya.

Kapolres OKI AKBP M Zulkarnain SIk melalui Kapolsek Air Sugihan Iptu Dharmanson mengatakan, hasil razia semalam diamankan 22 wanita penghibur beserta pemilik kafe.

Mereka rata-rata tidak mengantongi identitas kartu tanda penduduk (KTP), sehingga diamankan di Mapolsek Air Sugihan untuk dimintai keterangan dan dilakukan pendataan, lalu dikembalikan ke tempat asalnya.

Mengenai pria yang kedapatan membawa senjata tajam, tutur Iptu Dharmanson, warga bernama Heri Haryadi alias Otong (30), warga Desa Serdang Menang, Kecamatan SP Padang akan diproses untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kalau tersangka Heri yang kedapatan membawa sajam tetap kita tahan dan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Dharmanson.

Ketika ditanya mengenai keterlibatan oknum Polsek Air Sugihan dalam setoran uang keamanan pasar dan hiburan malam, Iptu Dharmanson menegaskan, khusus pribadinya tidak ada sepeser pun menerima setoran.

Mengenai keterlibatan personelnya, dia berjanji akan menyelidikinya. Demikian oknum pengurus keamanan yang ditunjuk oleh desa yang mencatut nama polsek yang menerima setoran juga akan diselidiki siapa orangnya akan dipanggil.

“Apa yang dituduhkan oleh oknum pihak keamanan pasar yang menyetorkan uang ke pihak polsek itu tidak benar. Untuk membuktikannya, pihak kepolisian akan rutin meningkatkan razia dan memantau pihak keamanan apabila melakukan pungutan terhadap lapak-lapak,” tegas Dharmanson.

Salah satu wanita penghibur yang baru berusia 17 mengaku, dirinya datang ke Pasar Sungai Baung bersama teman-temannya untuk bekerja sebagai pelayan minuman di kafe yang mengharapkan imbalan, tips dari tamu yang minum.

“Saya bekerja untuk mencari makan pak dan bukan untuk kaya,” ujarnya.

Dirinya mengaku hanya menemani tamunya untuk minum tidak lebih dan tidak melayani yang aneh-aneh.

“Bapak lihat sendiri tidak ada tempat atau kamar untuk melayani yang lainnya. Kami tidur dalam satu kamar bersama teman-teman cewek lainnya,” tandasnya. (Romi Maradona)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *