oleh

45 Menit Mengejar Podium Juara

Fhoto : Detik.com
Fhoto : Detik.com

JAKARTA I Setelah roda-roda itu berputar kencang sejauh 1.988,704 kilometer, di 17 sirkuit di 14 negara, kompetisi MotoGP tahun ini akan berhenti di Valencia, Spanyol. Pengejaran podium juara tersisa kurang lebih 45 menit lagi.

Yang pasti, podium itu tak lagi menjadi milik Marc Marquez, si “Baby Alien” yang langsung menjadi fenomena saat tampil sebagai juara dunia di musim debutnya di kelas MotoGP di tahun 2013, yang dia lakukan lagi di musim berikutnya alias musim lalu.

Marquez, walaupun berhasil memenangi 5 seri, hanya dipastikan menduduki peringkat ketiga, karena dia kehilangan sangat banyak poin, lantaran sampai enam kali gagal finis. Paling tidak, pebalap Spanyol itu tetap menjadi rider Honda terbaik dalam tiga musim terakhir ini, lebih baik dibanding rekan setim sekaligus kompatriotnya, Dani Pedrosa, yang sampai musim ke-10 bersama Honda tak pernah jadi juara — kecuali menjadi runner-up sebanyak tiga kali.

Tahun ini gelar itu akan jatuh kepada pebalap yang duduk di atas jok motor Yamaha: bisa yang bernomor 99, bisa pula si pemilik angka 46. Siapa dari mereka yang akan mengangkat trofi kampiun itu baru akan ketahuan nanti malam, sekitar pukul 20.45 WIB.

Ya, balapan “finale” ini akan selesai di Sirkuit Ricardo Tormo, yang satu putarannya berjarak 4,005 kilometer, dengan 14 tikungan, dan lebar lintasannya terbilang sempit: 12 meter. Dengan durasi balapan 30 lap, maka lomba pamungkas ini akan menempuh jarak 120,15 km.

Tahun lalu pemotor tercepat di sirkuit ini adalah Jorge Lorenzo. Untuk perjalanan yang kurang lebih setara dengan jarak tol Cipularang dari Jakarta sampai Padalarang Barat, dia menempuhnya selama 46 menit 10,302 detik, dengan kecepatan rata-rata 156,1 km/jam.

Sangat mungkin Lorenzo akan mengulang pencapaiannya itu hari ini. Sebab, dia akan memulai balapan di posisi start terdepan, dengan motivasi luar biasa besar untuk mengejar podium juara tersebut. Ya, karena rival utamanya dalam perburuan gelar, si pemilik nomor 46 itu, Valentino Rossi, bahkan sulit dia lihat, karena akan memulai dari urutan terakhir, “terhalang” 24 pebalap lain.

Di atas kertas, terkesan memaksakan diri untuk mengatakan bahwa Lorenzo-lah yang akan terhalang untuk jadi juara. Pada sesi kualifikasi pun dia mencetak rekor fastest lap. Satu-satunya “doa terbaik” yang bisa dipanjatkan pendukung Rossi adalah supaya Lorenzo terjatuh dan gagal meneruskan lomba. Itu pun kalau Tuhan mengabulkan.

Akan tetapi, orang bilang pun, dilarang mendoakan yang jelek-jelek buat orang lain. Kalau begitu, sebaiknya fans The Doctor mengubah doanya menjadi “semoga Rossi mendapat kekuatan entah dari mana, yang membuat dia bisa melewati 24 pebalap di depannya”, karena hanya dengan finis sebagai runner-up dia bisa keluar sebagai juara, meskipun Lorenzo naik podium pertama di Valencia. Tapi, suporter Lorenzo pun pasti sudah menyiapkan “doa tandingan”, agar pebalap unggulannya itu tak tertahankan untuk meraih gelar juara untuk ketiga kalinya.

Apapun, dengan segala keriuhannya sejak insiden Rossi dan Marc Marquez di Sepang dua minggu lalu, balapan final ini terlalu berharga untuk tidak dinikmati. Toh, kalaupun jalannya balapan mengalami “antiklimaks”, sesungguhnya MotoGP tahun ini sudah mencapai klimaksnya, karena harus dituntaskan sampai “titik finis yang penghabisan”.

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *