oleh

Bentrok Saat Orgen, Dua Pemuda Tewas

Kedua korban Usai Divisum
Kedua korban Usai Divisum

Dua Korban Kritis 

lensaberitasumsel.com, Muaradua – Akibat salah paham, dua pemuda tewas dengan kondisi tubuh penuh luka bacokan. Sedangkan, dua orang lainnya kritis akibat bentrokan antar pemuda di Desa Kemu Induk, Kecamatan Pulau Beringin, OKU Selatan yang terjadi pada pukul 23.00 Sabtu kemarin (22/8). Tragisnya, bentrokan tersebut terjadi dalam kegiatan hajatan pernikahan warga setempat.

Kedua korban tewas tersebut yakni Edi Patrawijaya (18) yang merupakan warga desa Kemu Ulu, Kecamatan Pulau Beringin dan Andi Bin Sardani (19), warga desa Campang Jaya Kecamatan Kisam Ilir.

Dari keterangan yang dihimpun di lapangan, Minggu (23/8), peristiwa berdarah pada Malam Minggu itu bermula ketika sekelompok pemuda asal desa sekitar menyambangi desa Kemu Induk.  Mereka hendak menyaksikan pesta hajatan pernikahan satu warga yang dimeriahkan hiburan orgen tunggal. Awalnya, suasana cukup terkendali. Sejumlah pemuda asal desa setempat dan desa tetangga ikut bernyanyi dan berjoget bersama di atas panggung acara.

Dalam situasi musik sedang menyala, diduga terjadi kesalahpahaman sehingga sempat membuat kelompok pemuda berlainan desa itu perang mulut dan nyaris bentrok. Namun, berhasil dilerai oleh tuan rumah dan panitia. Beruntung situasi panas sempat mereda.

Terlihat tak ada tanda-tanda akan terjadi keributan lanjutan, panitia memutuskan melanjutkan pesta. Tetapi, tak lama berselang, sejauh 15 meter dari panggung, keributan kedua kembali terjadi. Dua belah pihak tukar pukulan, bahkan kali ini menggunakan senjata tajam, kayu dan batu.

Meski akhirnya perkelahian terhenti, warga mendapati dua orang sudah terkapar bersimbah darah di atas tanah. Sedangkan, beberapa pemuda lainnya ikut terkena sabetan senjata tajam sehingga mengalami luka-luka.

Selain itu, dua orang yang merupakan tuan rumah hajatan dinyatakan kritis akibat luka bacokan saat hendak melerai. Nurdin  bin Abubakar mengalami luka di bagian perut dan masih perawatan di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja. Satu korban kritis lainnya yakni Sanjaya Bin Suan, yang mengalami luka di bagian tangan.

Kapolres OKU Selatan, AKBP Herwansyah Saidi SIK melalui Kasat Reskrim AKP Sujiman SH, membenarkan peristiwa tersebut yang mengakibatkan dua orang pemuda tewas. Saat ini, pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti dari peristiwa berdarah tersebut. “Petugas sudah kita terjunkan di lokasi, mengenai penyebabnya masih dalam penyelidikan petugas Kepolisian,” kata Sujiman, Minggu (23/8/2015).

Dijelaskan Sujiman, sejumlah barang bukti (BB) berikut pakaian dua korban tewas sudah diamankan untuk mengungkap penyebab tewasnya kedua pemuda dua desa bertetangga tersebut.
Dari Visum Dokter RSUD Muaradua diketahui bahwa kedua korban tewas lantaran kehabisan darah akibat luka bacok di sekujur tubuh keduanya. Setelah dilakukan identifiikasi, jasad dua pemuda tewas langsung diambil keluarga untuk selanjutnya dimakamkan.

“Korban Edi mengalami luka tusuk dibagian dada tembus ke punggung, luka dibacok dileher, paha, tangan berkisaran 20 cm. Sedangkan korban Andi juga mengalami luka bacok dibagian pipi,  luka tusuk diperut, paha dan sejumlah bagian tubuh lainnya,” kata Sujiman. (RED)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *