oleh

Sopir Travel asal Martapura Ditemukan Tewas di Perkebunan Sawit SP7 Peninjauan

Jasad korban saat di instalasi jenazah RSUD Ibnu Sutowo Baturaja
Jasad korban saat di instalasi jenazah RSUD Ibnu Sutowo Baturaja

lensaberitasumsel.com, BATURAJA – Warga Desa Mitra Kencana SP 7 Kecamatan Peninjauan mendadak heboh dengan ditemukannya sesosok mayat laki-laki yang sudah membusuk di Hamparan L perkebunan sawit.

Mayat yang diduga sudah tewas selama satu minggu tersebut pertama kali ditemukan oleh Darman salah seorang warga saat tengah melakukan panen, Rabu (8/7).

Setelah dilakukan Visum diketahui mayat tersebut bernama Alex Chandra (34) warga Desa Kromongan Kecamatan Martapura OKU Timur. Hal tersebut dipertegas oleh istri korban yang datang langsung ke kamar mayat RSUD Ibnu Soetowo.

Istri korban Sufiati, histeris setelah petugas inafis memperlihatkan jenazah korban dan dipastikan itu jasad Alex dari bentuk gigi dan pakaian yang dikenakannya.

Menurut keterangan istri korban Alex sudah tidak pulang ke rumah dari hari Kamis (2/7) dari bekerja sebagai sopir travel.

“Memang laki aku tu dak katek kabar dari kamis kemaren. Dio biaso bawa mobil Xenia BG 1410 NT. Awalnyo aku dak yakin, soalnyo sendalnyo bukan sendal dio, tapi pas polisi nunjuke giginyo memang susunan gigi laki aku cak itu,” terang Sufiati istri korban.

Kapolres OKU AKBP Dover Christian SIk MH melalu Kasat Reskrim AKP Rivanda SIk mengungkapkan jika mayat tersebut diduga korban perampokan, karena mobil yang biasa digunakannya untuk narik penumpang tidak ada.

“Barang-barang berharga korban juga tidak ada, baik itu hape atau dompet. Saat ini korban sudah dilakukan visum dan kemudian akan diserahkan ke pihak keluarganya,” lanjut Rivanda.

Sementara itu saat ditanya apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan pihak kepolisian, Rivanda mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan dimana tempat korban pertama kali membawa penumpang dan siapa-siapa saja yang dibawa korban.

“Korban ini biasa membawa penumpang dari loket BI, dikabarkan jika korban terakhir masih mengangkut penumpang. Namun setelah itu korban putus kontak dari rekan-rekannya,” pungkas Rivanda. (WIN/OKU)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *