oleh

Suami ‘Tujah’ Istri Hingga Tewas

korban sempat mendapat perawatan di unit gawat darurat di RSUD Martapura
korban sempat mendapat perawatan di unit gawat darurat di RSUD Martapura

Disaksikan Anaknya

lensaberitasusel.c0m – MARTAPURA – Hermanto (35) warga desa Tumi Jaya kecamatan Jayapura, tega tikam perut istrinya, Umiati (30). Sempat dirujuk ke Baturaja, nyawa korban tak terselamatkan. Dari penuturan saksi mata, hubungan suami istri ini sudah tidak harmonis dan sudah lama pisah rumah  namun belum cerai.

Menurut keterangan paman korban, Sangidun (48) Rabu (17/6), kejadian sekitar pukul  9.30 WIB, saat ia pulang dari kebun. Terdengar ribut-ribut warga, katanya ada tetangga yang bertengkar. Setelah dicek. Sangidun kaget, bahwa pelaku keributan merupakan keponakannya yang sedang bertengkar dengan suaminya. Saat itu korban sudah terkapar di halaman rumah, karena terluka akibat tusukan. Dan lengan kanan Sumiati robek dan berdarah.

Dalam keadaan panik, korban dilarikan ke rumah bidan namun urung karena sang bidan tak berada di tempat. Tak lama, Sangidun  putuskan untuk larikan Sumiati ke Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Martapura.

“Saat itu saya baru pulang dari kebun. Melihat rumah tetangga rame–rame, trus mampir mau liat. Kaget. Ternyata, keponakan saya perutnya sudah luka. Bantuan tetangga saya langsung membawa ke RSUD untuk mendapat perawatan,” imbuhnya seraya menyayangkan bahwa kejadian tersebut disaksikan oleh anak korban.

Saat tiba di RSUD Martapura, korban langsung ditangani tim medis Instalasi Gawat Darurat (IGD). Ibu dari dua anak ini mengalami luka tusuk yang cukup serius di bagian Perut sebelah kanan. Pukul 10.00 WIB Tim medis RSUD mengatakan, Sumiati menderita luka tusuk sepanjang 6 cm dengan kedalaman 4 cm di perut sebelah kanan. Di bagian lengan kanan Sumiati mengalami luka sayat sepanjang  8 cm dan dalamnya 3 cm.

Sekitar pukul 11.00 karena kondisi korban terlihat lemas, petugas IGD sarankan agar Sumiati dirujuk ke RSUD Baturaja. Namun malang, sempat mendapat perawatan, sore sekitar pukul 16.30 Sumiati menghembuskan nafas di RSUD Baturaja. “Sewaktu dirujuk ke Baturaja, karena kita lihat kondisinya sudah sangat lemah karena pendarahan” ungkap Ari Saputra petugas IGD RSUD Martapura.

Kapolres OKU Timur AKBP S.P Sinaga melalui kasat Reskrim AKP Yon Edi Winara, SH. SIK mengatakan, hubungan Pasutri ini sudah lama tak harmonis dan sudah lama pisah rumah, tetapi belum cerai. Selamai ini sang istri Sumiati merantau bekerja di Bangka. “Suaminya ini tersinggung karena sikap istri yang dingin, padahal sudah lama tak bertemu,” ungkap Kasat Reskrim.

Sebelumnya, Minggu lalu (14/6)  korban pulang untuk melihat anak dan menyambut Ramadhan. Namun sikap sang istri dinilai tersangka aneh, karena selaku suami dirinya tidak disapa. Berniat bicara, sepulang dari kebun, Rabu pagi sekitar pukul 09. 30 WIB, tersangka coba temui korban di kediamannya, tetapi sang istri malah menjauh. Tersinggung, tersangka yang kesal dan penuh amarah, langsung mencabut pisau yang diselipkan di pinggang, dan  langsung menusukkan pisau ke perut bagian kanan hingga membuat korban tewas akibat pendarahan.

Sempat kabur, dengan membawa satu anaknya yang masih kelas 1 SD, akhirnya tersangka Hermanto (35) menyerahkan diri ke Mapolres OKU TIMUR. “Kita akan menindak lanjuti  sampai tuntas kasus ini, karena kejadian tersebut menghilangkan nyawa orang lain,”Tegas Kasat. (FEB/OT)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *