oleh

Dibalik Guru Privat Ada Beberapa Fakta “M. Prio Santoso” Tersangka Pembunuhan Teman Kencannya “Tata Chubby” Deudeuh

DSC_00051. Prio Pembunuh Tata Chubby  Sempat Mondok Pesantren

Lensaberitasumsel.com – Pembunuh Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubby (29), yakni Muhammad Prio Santoso yang tinggal di Curug, Kabupaten Tangerang merupakan alumni pesantren.

Menurut sepupu Prio, Abror Prio pergi meninggalkan Tangerang setelah lulus SD, untuk ikut pesantren di Bogor. Kemudian, setelah lulus pesantren tingkat SMP di Bogor itu, dia meneruskan pesantren di Nurul Fikri di Anyer, Serang, Banten.

“Dia pintar, saya sering diajari matematika, fisika, kimia, pokoknya soal heksa dia jagonya,” ujarnya.

Seperti diketahui Prio mengaku membunuh Deudeuh lantaran kesal dibilang bau badan. Dia juga mengaku melakukan pembunuhan itu secara spontan.

“Katanya saya bau, bikin dia mau pingsan. Saya kesel,” ujar Prio singkat di Polda Metro Jaya, Rabu (15/4).

 

2.Tersangka Prio Masa KecilnyaAnak Yang Berprestasi

Lensaberitasumsel.com – Setelah empat hari pembunuhan Deudeuh menjadi misteri, kini polisi berhasil mengungkap pelaku pembunuhan sadis tersebut. Pelaku tersebut ialah M Prio Santoso, seorang pelanggan Deudeuh.

Paman Prio, Suhdi tak menyangka pelaku pembunuhan tersebut dilakukan ponakannya. Di mata keluarga, Prio dikenal sebagai sosok lelaki pintar dan agamis.

Dia sudah ditinggal wafat ayahnya saat duduk di kelas tiga Sekolah Dasar. Dia membawa keponakannya itu ke Tangerang dari Cimanggis, Depok setelah ayah Prio meninggal.

Suhdi mengatakan, keponakannya sejak kecil selalu berprestasi dan menyabet ranking satu lantaran nilainya bagus.

“Saya kaget, tak percaya dia pelakunya. Saya kebetulan ikuti juga informasi berita terkait pembunuhan Deudeuh ini. Menurut berita RS inisialnya, bukan PS,” kata Suhdi.

 

 

3. Karena Pintar, Prio Sempat Mendapat Beasiswa IPB dari Kementrian Agama

Lensaberitasumsel.com – Siapa yang menyangka seorang pembunuh Deudeuh Alfisahrin merupakan orang yang pintar dan agamis. Semenjak kecil kepintarannya sudah terlihat dengan nilai yang dia dapatkan selalu bagus. Setelah lulus SD dia mengenyam pendidikan pesantren di Bogor dan melanjutkan di Serang.

Di Serang itu lah dia kembali berprestasi, mendapat beasiswa dari Kementerian Agama untuk meneruskan di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Setelah lulus di Nurul Fikri pondok pesantren di Serang, Prio yang lahir pada 6 Oktober 1990 itu kuliah di IPB. Namun, dia tak menyelesaikan tugas akhirnya.

“Dia berhenti, setelah akan tugas akhir, semester akhir. Karena bilangnya mau ada pekerjaan,” tutur Abror sepupu Prio.

 

4. Prio Dikenal Sebagai Anak yang Tak BanyaK Tingkah

Lensaberitasumsel.com – Suhdi paman Prio masih yakin keponakannya yang urung menyelesaikan tugas akhirnya kuliah itu merupakan lelaki tak banyak tingkah.

“Kalau di rumah dia diam saja. Jarang main, bahkan cenderung di rumah saja. Salat rajin, dari SD, SMP, pesantren rangking satu terus. Bahkan dapat bea siswa,” ujar Suhdi.

Suhdi menyampaikan, Prio adalah anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Susiadi dan Ersih.

“Kesehariannya juga tak aneh. Di kamarnya saya enggak pernah dapati gambar perempuan, film, atau yang agak menyimpang seksnya,” kata Suhdi yang bekerja di area Bandara Internasional Soekarno-Hatta itu.

 

5. Masyarakat Mengenal Prio Seorang Guru Privat

Lensaberitasumsel.com – Meskipun tak berhasil menyelesaikan kuliahnya di Institut Pertanian Bogor (IPB), namun dengan bekal kemampuan yang dimilikinya Prio mampu menjadi seorang guru bimbel. Dia pun diketahui mengajar di wilayah Serpong dan Kebon Jeruk.

Abror sepupu Prio mengatakan dirinya juga pernah diajak Prio untuk pergi mengajar di wilayah Summarecon Mall Serpong (SMS) yakni di Clafius.

“Selain di wilayah SMS, dia juga ngajar bimbel di Kebon Jeruk, Jakarta,” ujar Abror.

Seperti diketahui Prio membunuh Deudeuh lantaran kesal dibilang bau badan. Dia juga mengaku melakukan pembunuhan itu secara spontan.

“Katanya saya bau, bikin dia mau pingsan. Saya kesel,” ujar Prio singkat di Polda Metro Jaya, Rabu (15/4). *(Mus)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *